Forex For Living | Forex Mart
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Sunday, 11 August 2013


Kecantikan merupakan anugerah yang luar biasa bagi seorang wanita, dan suatu kebanggaan tersendiri bagi seorang pria yang memiliki seorang pasangan atau istri yang cantik. Tak heran, dengan seiring perjalanan waktu dan kemajuan dalam bidang kosmetika dalam teknologi kedokteran, kini 'kecantikan' bisa diperoleh dengan mudah, hingga membuat banyak sekali wanita berlomba untuk mempercantik diri mereka.

Dan seperti judul yang saya tulis untuk judul postingan ini, ternyata memang ada seorang suami dari bagian utara China, bernama Jian Feng yang telah menceraikan istrinya karena berwajah jelek, bahkan ia juga menuntut istrinya itu sebesar 750.000 Yuan ($120.000) !!

Lho? Koq bisa? Lantas kalo memang jelek, kenapa sebelumnya si pria bersedia untuk menikah dengan wanita itu? Begitu kira-kira pertanyaan yang terlintas dalam pikiran anda.

Ternyata, di awalnya pernikahan mereka sebenarnya berbahagia, hingga saat sang istri melahirkan seorang anak. Si suami sangat terkejut ketika melihat wajah anaknya yang tidak mirip dengan salah satu dari mereka, hingga timbul kecurigaan bahwa istrinya itu telah berselingkuh, dan anak itu bukanlah anaknya.

Tapi hasil test DNA yang dilakukan ternyata membuktikan bahwa anak itu ternyata memanglah anak pasangan tersebut. Dan setelah melakukan penyelidikan lebih jauh, didapat bukti bahwa sebelum pertemuan hingga pernikahan suami istri tersebut, si istri telah melakukan operasi plastik senilai 620,000 Yuan ($100,000) untuk merubah penampilannya menjadi lebih cantik seperti terlihat saat ini.


Sang suami yang tidak bisa menerima akan kenyataan tersebut lantas mengajukan perceraian. Tak hanya itu, ia juga menuntut istrinya tersebut karena dianggap telah menipu dirinya. Pengadilan akhirnya memutuskan untuk mengabulkan gugatan agar sang mantan istri tersebut membayar 'ganti rugi' seperti yang diminta yaitu sebesar 750.000 Yuan ($120.000).

Semoga kisah ini bisa menjadi hikmah dan pelajaran bagi kita semua.

Thursday, 8 August 2013

rokok

Sudah banyak para ahli kesehatan yang telah memperingatkan para perokok tentang kerusakan yang mereka lakukan untuk tubuh mereka sendiri, tetapi penelitian terakhir menunjukkan betapa merokok itu berbahaya terutama bagi orang-orang di sekitar mereka, khususnya anak-anak.

Para ilmuwan telah menemukan bukti bahwa merokok di dalam mobil menciptakan polusi tertutup, apalagi jika jendela ditutup dan AC dinyalakan, yang akan mengarah ke tingkat berbahaya toksisitas atau keracunan, dari hanya satu batang rokok.

Para peneliti dari Universitas Aberdeen di Skotlandia telah mengukur kualitas udara dari 85 mobil perjalanan mulai dari 10 menit sampai satu jam, dengan pengemudi yang merokok hingga empat batang dari 49 kali perjalanan.

Mereka mendapatkan hasil pengukuran yang menunjukkan bahwa tingkat partikel halus rata-rata 85 mikrogram per meter kubik - meningkat tiga kali lebih tinggi dari 25 mikrogram batas maksimum batas aman dalam ruangan, seperti yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Batas itu pun ternyata jika dihitung masih lebih tinggi dari rekomendasi WHO walau pengemudi hanya merokok satu batang rokok dengan jendela mobil yang terbuka.

Tingkat rata-rata perokok pasif berada antara setengah hingga sepertiga lebih dari batas aman sebelum mereka melakukan larangan untuk merokok di tempat umum.

Sebagai sebuah perbandingan, 34 perjalanan bebas asap rokok rata-rata memiliki tingkat partikel halus hanya 7,4 mikrogram per meter kubik.

Pemimpin tim peneliti yang bernama Dr Sean Semple, mengatakan kepada BBC News Online, bahwa anak-anak lebih rentan terhadap perokok pasif dikarenakan tingkat pernapasan anak lebih cepat juga sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang.

Sedangkan kanker adalah efek paling umum dari bahaya merokok atau menghirup asap rokok secara teratur, selain juga dapat merusak arteri, mata, mulut, menyebabkan masalah pernapasan dan asma.

Larangan merokok di daerah terbatas, termasuk restoran dan area berolah raga serta area umum lainnya, adalah langkah yang terbaik, juga area bebas merokok di area terbuka seperti taman dan pantai sudah cukup baik diterapkan.


"Prinsip dasar etika kesehatan masyarakat mengatakan Anda dapat melakukan apapun yang Anda suka, asalkan itu tidak merugikan orang lain."